• gambar
  • gambar
  • header
  • header

Selamat Datang di Website MTs dan MA Wali Songo. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MTs dan MA Wali Songo

NPSN : 20210743

Jl.Kali Buntung 122 Pucanganom Kebonsari Madiun


info@mts-mawalisongo.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 48838
Pengunjung : 21102
Hari ini : 32
Hits hari ini : 74
Member Online : 1
IP : 35.153.100.128
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Hikmah diturunkannya hujan




Oleh: Qodarul Muntaha, S.Pd.I

Email: qodarulmuntaha@gmail.com 

 

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Syukur alhamdulillah saya haturkan kepada Allah SWT. Yang selalu mengalirkan nikmat dan rahmat kepada kita. Sholawat salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW selaku suri tauladan yang terbaik.

Sudah pasti berkat rahmat Allah lah tulisan sederhana ini dapat selesai, nantinya diharapkan dapat menjadikan diri kita lebih baik lagi pada hari esok. Sehingga kita dapat merasakan nilai hikmah yang atas apa yang telah kita lakukan.

Pendahuluan

Ada ungkapan arab mengatakan لِكُلِّ شَيْئٍ حِكْمَةٌ yang artinya segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya, baik itu hikmah tentang kejadian maupun hikmah tentang penciptaan (dalam hal ini dikhususkan hanya pada turunnya hujan). Sehingga muncul suatu pertanyaan, apakah ada nilai hikmah dari diturunkannya hujan? Kalau memang ada, apa saja hikmahnya?. Dari pertanyaan tersebut penulis mencoba menjawab dengan tulisan yang berjudul Hikmah Diturunkannya Hujan.

Pembahasan

Dari pertanyaan yang muncul pada akhir paragraf pada pendahuluan yang berbunyi apakah ada nilai hikmah dari diturunkannya hujan? Kalau memang ada, apa saja hikmahnya?. Maka saya sampaikan bahwa Satu contoh hikmahnya Bagi para petani, dengan turunnya hujan akan meringankan mereka dari sisi pengairan terhadap tumbuhan dan menjadikan tumbuhan semakin hijau karena kandungan nitrogennya. bagi makhluq hidup lain pun dengan diturunkannya hujan akan ikut menikmati nilai hikmah yang terdapat didalamnya. Apa saja nilai hikmah yang terdapat dalam pristiwa turunnya hujan?. Nilai-nilai atas diturunkannya hujan adalah:

  1. Hujan turun membawa berkah, sebagaimana tertulis didalam QS. Qaf[50]:9 berbunyi:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ ٩

Artinya: Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen. (QS. Qof[50]: 9)

Ayat di atas menjelaskan bahwa air hujan sangat banyak membawa manfaat dan nilai keberkahan. Diantara nilai keberkahan air hujan adalah

  1. Air hujan menumbuhkan tanaman yang banyak manfaatnya, satu contohnya adalah tumbuhan yang orang desa kenal dengan istilah “Ceplukan”, tanaman ini dapat tumbuh liar tanpa ditanam, namun tanaman ini sebagai alternatif obat strok
  2. Status kehalalannya. Menurut Imam Al-Ghazzali (w. 505 H/1111 M), tidak ada rezeki atau harta yang paling halal di muka bumi ini selain air hujan yang turun langsung ke mulut kita
  3. Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang soleh masa silam, sangat gembira dengan turunnya hujan. Sehingga mereka mengambil berkah dengan air hujan. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kamipun bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian?” Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, لأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى “Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.” (HR. Ahmad 12700, Muslim 2120, dan yang lainnya)
  4. Sebagai obat, Diceritakan sebuah hadits dalam kitab An Nawaadir ; Dari Malaikat Jibril kepada Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang obat super ampuh air hujan;

فائدة ; روي أنه صلى الله عليه وسلم قال: علمني جبريل دواء لا أحتاج معه إلى دواء ولا طبيب ، فقال أبو بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ; وما هو يا رسول الله ؟ إن بنا حاجة إلى هذا الدواء . فقال ; يؤخذ شيئ من ماء المطر وتتلى عليه فاتحة الكتاب ، وسورة الإخلاص ، والفلق ، والناس ، وآية الكرسي ، كل واحدة سبعين مرة ويشرب غدوة وعشية سبعة أيام . فو الذي بعثني بالحق نبيا ، لقد قال لي جبريل ; إنه من شرب من هذا الماء رفع الله عن جسده كل داء وعافاه من جميع الأمراض والأوجاع ، ومن سقي منه امرأته ونام معها حملت بإذن الله تعالى “. ويشفي العينين ، ويزيل السحر ، يقطع البلغم ، ويزيل وجع الصدر والأسنان والتخم والعطش وحصر البول ، ولا يحتاج إلى حجامة ولا يحصى ما فيه من المنافع إلا الله تعالى ، وله ترجمة كبير اختصرناها، والله اعلم . ( كتاب النوادر للإمام القليوبي رحمه الله تعالى آمين ، ص ؛ ١٩٤ ).

Artinya: “Faedah”; Diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda di hadapan para sahabatnya : “Di ajarkan kepadaku oleh Malaikat Jibril tentang satu obat yang tidak memerlukan kepada obat yang lain dan tidak pula membutuhkan kepada para dokter. Kemudian sahut Abu Bakar, Umar, Utsman, dan sahabat Ali radhiyallahu an’hum bertanya: “Apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami sangat membutuhkan obat itu ?” Kemudian Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam berkata : “Ambillah secukupnya dari air hujan, lalu bacakanlah surat Al-fatihah, surat Al-ikhlas, surat Al-falaq, surat An-nas dan Ayat Al-Kursi. Setiapnya (masing-masing) dibaca 70 kali, Dan diminum pada pagi dan petang selama tujuh hari. Demi Dzat yang mengutuskanku dengan yang benar sebagai seorang nabi, kata Rasulullah : Sesungguhnya malaikat jibril telah menyatakan kepadaku: Barang siapa yang meminum air ini niscaya Allah akan menghilangkan semua penyakit yang ada dalam tubuhnya dan menyembuhkan dari segala penyakit yang ada. Dan barangsiapa yang memberi air itu untuk istrinya dan tidur bersama istrinya niscaya istrinya akan hamil dengan izin Allah swt. Dan air tersebut juga dapat menyembuhkan dua mata yang sakit, menghilangkan penyakit sihir, dan menghilangkan dahak dan menghilangkan sakit dada, gigi, pencernaan, sembelit, dan kencing yang tidak lancar. Dan juga tidak dibutuhkan kepada membekam, serta masih banyak faedah-faedahnya yang lain tidak terhingga kecuali oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengenai tentang keutamaan air tersebut ada satu tarjamah besar yang telah kami (mushannif) ringkas. Sesungguhnya Allah Subahanahu wa Ta’ala lah yang maha mengetahui. (Sumber: Kitab An Nawadir, halaman ; 194 karya Syekh Syihabuddin bin Salamah Al-Qulyuby )

  1. Hujan turun sebagai Rahmat, sebagaimana tertulis didalam (QS. Asy Syuura[42]: 28) berbunyi:

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ ٢٨

Artinya: “Dialah Yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan (Dia pula yang) menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura[42]: 28).

 

  1. Hujan turun sebagai Rezeki bagi seluruh makhluk,  sebagaimana tertulis didalam (QS. Adz Dzariyat[51]: 22).  berbunyi:

وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ ٢٢

Artinya: Di langit terdapat pula (hujan yang menjadi sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. (QS. Az-Zariyat[51]: 22)

 

  1. Hujan turun sebagai penentram hati dan penyuci dari hadats dan najis, sebagaimana tertulis didalam (QS. Al-Anfal[8]: 11).  berbunyi:

اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَۗ ١١

Artinya: (Ingatlah) ketika Allah membuat kamu mengantuk sebagai penenteraman dari-Nya dan menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu, dan menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu. (QS. Al-Anfal[8]: 11)

 

Demikian ulasan tentang hikmah diturunkannya hujan. Oleh karena itu, mari kita berdoa agar hujan yang turun ini membawa keberkahan yang tidak diikuti oleh bencana alam, hujan yang menambah kebaikan yang tidak diikuti dengan kerusakan. Aamiin…

Wallahu a’lam bishowab, al-afwu minkum

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

 

Daftar Pustaka:

Al-Qur’an Dan Terjemah DEPAG RI

Shohih muslim

Syekh Syihabuddin bin Salamah Al-Qulyuby, Kitab An Nawadir

www.rumaysho.com




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas