• gambar
  • gambar
  • header
  • header

Selamat Datang di Website MTs dan MA Wali Songo. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MTs dan MA Wali Songo

NPSN : 20210743

Jl.Kali Buntung 122 Pucanganom Kebonsari Madiun


info@mts-mawalisongo.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 72782
Pengunjung : 30936
Hari ini : 27
Hits hari ini : 128
Member Online : 1
IP : 34.225.194.102
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Penyebab Diare pada Anak, Gejala, dan Cara Mencegahnya




Penyakit diare bisa dialami oleh siapa pun termasuk anak-anak. Pada anak usia balita, diare bisa berakibat fatal apabila tidak segera mendapat penanganan serius, bahkan mengakibatkan kematian jika terlambat diobati. Definisi diare menurut WHO adalah suatu keadaan saat bentuk tinja memiliki konsistensi yang terlalu lembek atau bahkan cair dan berupa air saja dengan frekuensi BAB tiga kali atau lebih dalam sehari. Apabila diare terjadi lebih dari 14 hari, pasien dapat dikategorikan sebagai penderita diare kronis/persisten. Jika kurang dari 14 hari maka dapat disebut sebagai diare akut. Apa penyebab diare? Penyebab diare adalah infeksi kuman penyakit seperti bakteri, virus dan parasit yang terdapat di dalam tinja/feses dan menyebar melalui makanan atau minuman yang telah tercemar dan dipicu kurangnya higienitas atau kebersihan makanan/minuman. Pada anak-anak dan balita yang kurang mendapat asupan ASI hingga usia 2 tahun serta memiliki daya tahan tubuh rendah juga malnutrisi, penyakit diare mudah dialami. ASI sendiri mengandung antibodi yang melindungi dari infeksi kuman penyakit. Tiga tingkatan dehidrasi pada diare Terdapat 3 tingkatan dehidrasi pada diare yang penting diketahui oleh orang tua, laman Kemkes melansir yakni: Diare Tanpa Dehidrasi Tingkatan awal adalah diare yang tanpa dehidrasi. Anak atau balita yang masih dalam tingkatan diare ini adalah tetap aktif, minum seperti biasa, kondisi mata tidak cekung, serta kulitnya jika ditarik akan kembali segera. Artinya ia hanya kehilangan cairan kurang dari 5% dari berat badan. Diare Dehidrasi Ringan/Sedang Dalam tingkatan ini balita umumnya sudah mulai gelisah, rewel, kondisi mata cekung, dan haus terus dengan kondisi kulit yang jika ditarik akan kembali dengan lambat. Artinya anak sudah kehilangan cairan 5-10% dari berat badan. Diare Dehidrasi Berat Gejala yang dialami dalam kondisi yang kehilangan cairan lebih dari 10% dari berat badan adalah lesu, lunglai, cekung mata dan malas minum. Kulit akan sangat lambat kembali ke posisi semula jika ditarik (turgor). Cara mencegah penyakit diare pada anak/balita Beri minum berupa ASI pada balita dan bayi dengan sering dan lama. Beri oralit pada bayi / balita yang sudah mengalami diare, agar dehidrasi tidak terjadi. Beri suplemen zinc yang bisa dibeli di apotek atau puskesmas dan toko obat, 1 tablet per hari selama 10 hari. Beri minum berupa kuah sayur sup, air mineral, kaldu. Bawa balita/bayi ke faskes/fasilitas kesehatan terdekat. Beri asupan makanan yang lembut, untuk usia 6-24 bulan sebagai tambahan ASI. Makanan berupa telur, ayam, ikan, tempe, wortel, kacang hijau dilembutkan adalah pilihan terbaik. Untuk usia 0-6 bulan berikan hanya ASI saja. Balita usia 2 tahun lebih diberikan makanan bergizi keluarga 3 kali sehari. Kurangi pemberian susu formula, ganti dengan bubur nasi ditambah tempe. Jangan beri susu kental manis. Gejala lain yang bisa terlihat saat anak diare Sakit perut Mual atau muntah Buang air besar yang tidak dapat dikontrol Tubuh mengalami demam Suhu tubuh turun hingga menggigil Feses yang mengandung darah Kembung di perut Dehidrasi karena kehilangan cairan tubuh




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas